rqm 60x648

Pentingnya Mengajarkan Al-Quran Sejak Dini

 Rumah Quran, Slide
baznas60x468
Peserta Pembinaan Tahfidz quran Rumah Quran Mulia Pamekasan, Madura Komunitas kampung Pendidikan

Peserta Pembinaan Tahfidz quran Rumah Quran Mulia Pamekasan, Madura Komunitas kampung Pendidikan

ALHAMDULILLAH kita dapat bertemu kembali dengan Bulan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari siksa api neraka. Suasana Ramadhan sangat tepat untuk mengenalkan anak-anak dengan berbagai kegiatan ibadah. Salah satunya adalah mengajarkan Al-Quran.

Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah.  Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang Alquran karena Al-Quran adalah pedoman hidup manusia. Mengajari anak Al-Quran berarti mengajak anak untuk dekat kepada pedoman hidupnya. Dengan cara itu, mudah-mudahan kelak ketika dewasa anak-anak benar-benar dapat menjalani hidup sesuai dengan Al-Quran. Tak heran bila Rasulullah mengingatkan kita untuk mendidik anak dengan Al-Quran. Rasulullah SAW bersabda:

“Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara: mencintai Nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Quran, sebab orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya beserta para Nabinya dan orang-orang suci,” (HR. Ath-Thabrani)

Sejak kapan Al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu, sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus bila sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa “hidup bersama” Al-Quran. Sang ibu harus senantiasa akrab dan terus berinteraksi dengan Al-Quran, baik dengan membaca langsung atau mendengarkan irama (murotal Alquran).

Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, Insya Allah memperdengarkan Alquran akan jauh lebih baik pengaruhnya buat janin. Apalagi jika sang ibu yang membacanya. Ketika membaca Al-Quran, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyu’ dan tenang. Kondisi seperti ini, akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Ibu yang sering mengalami stres, tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.

Mengajarkan Al-Quranpada anak usia 3 tahun dapat dilakukan dengan mengenalkan, memperdengarkan, dan menghafalkan. Sesekali cobalah Anda perlihatkan Al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku-buku lain. Memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD.

Untuk anak-anak yang belum lancar berbicara, Insya Allah lantunan ayat Al-Quran itu akan terekam dalam memorinya. Dan jangan heran kalau tiba-tiba si kecil lancar melafadzkan surat al-Fatihah, misalnya begitu dia bisa bicara. Jika anak-anak dibiasakan memperdengar-kan ayat-ayat Alquran, Insya Allah akan memudahkan anak menghafalkannya.

Setelah mengenalkan dan memper-dengarkan, mulailah dengan menghafal-kan Alquran sejak anak lancar berbicara. Menghafal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tertentu kepada anak, dan latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hafal di luar kepala. Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Anda harus menggunakan kesem-patan ini dengan baik, jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.

Menghafal bisa dilakukan kapan saja. Usahakan di saat  anak merasa nyaman. Walau demikian, hendaknya orang tua tetap mempunyai target baik tentang ayat, atau jumlah yang akan dihafal anak. Anak yang sudah terbiasa dengan hafalan Al-Quran akan lebih mudah mengikuti pelajaran, karena menghafal dapat melatih konsentrasi anak. [santi/islampos/sumber: Tabloid Media Umat]

baznas60x468

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan